Senin, 06 April 2020

Malam Nisfu Sya’ban


___  Umar Zain Assegaf  __

Sudah menjadi kebiasaan Umat Islam di seluruh dunia jika setiap pertengahan Bulan Sya'ban mereka membaca doa yang dikenal dengan _"doa nifsu sya'ban"_
Dan sudah menjadi kebiasaan Umat Islam juga bahwa setiap amalan yang belum disepakati secara menyeluruh dari setiap kelompok faham Umat Islam pasti terjadi pro dan kontra

Dan yang harus kita biasakan pula adalah mensikapi pro dan kontra ini secara wajar dengan menghormati dari setiap keyakinan, bukan cuma yang pro silahkan menjalankan dan yang kontra silahkan menghindari saja, namun juga bagi yang ekstrim, yang menganggap itu adalah amalan bid'ah, sesat dan selalu menyampaikan hal ini baik lewat tulisan, ceramah maupun video-video nya, maka kita tetap harus menghormati keyakinan dan sikap ekstrim nya, adalah hak mereka untuk menyampaikan apa yang mereka yakini

Dan juga yang harus kita biasakan adalah saat menyampaikan keyakinan kita atau memperkuat keyakinan kita yang sekaligus mensikapi segala sesuatu dengan ilmiah, dengan saling menghormati dan memaklumi sikap masing-masing

Ada banyak riwayat tentang malam nishfu sya’ban ini, disini kita mencoba 3 riwayat dan dari sudut pandang yang kontra atau menganggap bahwa tidak ada yang spesial di malam nisfu sya'ban ini diantaranya

1. Riwayat

_"jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam, lalu Allah berfirman, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia, dst…?’ (Allah berfirman tentang hal ini) sampai terbit fajar"_
(HR. Ibnu Majah, 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su’abul Iman, 3/378)


Riwayat ini dianggap termasuk Hadist Palsu

2. Riwayat dari Sayidah A'isyah

Dari Sayidah Aisyah ra, Beliau berkata :
_"Aku pernah kehilangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian aku keluar, ternyata beliau di Baqi, sambil menengadahkan wajah ke langit. Nabi bertanya; “Kamu khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menipumu?” (maksudnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi jatah Aisyah). Aisyah mengatakan: Wahai Rasulullah, saya hanya menyangka anda mendatangi istri yang lain. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam nisfu syaban, kemudian Dia mengampuni lebih dari jumlah bulu domba bani kalb"_

HR : At-Turmudzi, Ibn Majah dari jalur Hajjaj bin Arthah dari Yahya bin Abi Katsir dari Urwah bin Zubair dari Aisyah

Riwayat ini dianggap termasuk Hadist Dhoif
_(dalam kaidah disebutkan bahwa Hadist Dhoif dibolehkan untuk hal-hal yang sifatnya fadhoil / keutamaan amal)_

At-Turmudzi menegaskan: “Saya pernah mendengar Imam Bukhari mendhaifkan hadis ini.” Lebih lanjut, imam Bukhari menerangkan: “Yahya tidak mendengar dari Urwah, sementara Hajaj tidak mendengar dari Yahya.” (Asna Al-Mathalib, 1/84).

Ibnul Jauzi mengutip perkataan Ad-Daruquthni  tentang hadis ini:

“Diriwayatkan dari berbagai jalur, dan sanadnya goncang, tidak kuat.” (Al-Ilal Al-Mutanahiyah, 3/556)

3. Riwayat dari Abu Musa Al As'ariy

dari Abu Musa Al-Asy’ari, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

_"sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan"_

Keterangan:

Hadis ini memiliki banyak jalur, diriwayatkan dari beberapa sahabat, diantaranya Abu Musa, Muadz bin Jabal, Abu Tsa’labah Al-Khusyani, Abu Hurairah, dan Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhum.

ada Ulama dari kelompok yang kontra tentang kemuliaan malam nisfu sya'ban ini yang menganggap riwayat ini Hadist Shahih

Dari beberapa riwayat diatas maka semakin menguatkan bagi kita (yang menganggap bahwa malam nishfu sya’ban adalah malam spesial)
Oleh karena itu Umat Islam di seluruh dunia sejak dulu selalu memperingati malam spesial ini, sebagaimana kata Imam Ibnu Rajab

_"terkait malam nishfu Sya’ban, dahulu para tabi’in penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma’dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabi’in lainnya memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam itu …."_
(Lathaiful Ma’arif, hlm. 247)

Maka jangan lewatkan kesempatan ini, terlebih dalam kondisi saat Umat Islam dilanda cobaan seperti saat ini, kalau biasanya Umat Islam membaca doa di Masjid-Masjid, jika tidak memungkinkan diadakan di Masjid karena kondisi  wabah maka jalankanlah di rumah masing-masing, ajak seluruh anggota keluarga untuk bersama-sama membaca doa nifsu sya'ban ini

Semoga dengan doa Umat Islam di malam nisfu sya'ban ini semua permintaan akan di ijabahi oleh Allah SWT  sebagaimana kata Imam Syafi'i

_ada lima malam terkabulkan nya doa, yaitu: Malam Jum’at, Malam Hari Raya Idul Adha, Malam Idul Fitri, Malam Pertama Bulan Rajab dan Malam Nisfu Sya’ban"_
(Sunanul Kubra AlBaihaqi, Darul Fikr, Juz.V, Hal.110)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar