Kamis, 19 Desember 2019

Rahasia kecerdasan Bj Habibie

Video Rahasia kecerdasan Bj.Habibie

Tulisan ini saya sajikan di blog ini karena menurut saya sangat bermanfaat buat saya dan berharap menjadi inspirasi buat kita semua sebagai marketing yg selalu belajar demi mencapai tujuan. tulisan ini saya copas dr tulisan WILDAN NUGRAHA.

Dalam suatu kesempatan, saya pernah menghadiri sebuah kajian Ustadz Bachtiar Nasir, Lc pada saat itu disebuah masjid daerah Bandung. Ada cerita menarik yang disampaika oleh Ust Bachtiar tentang sosok Eyang Habibie.
Sebagaimana yang kita ketahui, sosok Habibie lahir dari keluarga yang religius, Ayahnya bahkan wafat ketika mengimami shalat keluarganya, tak kurang dari 2 juz dalam sehari Ayahnya membaca Al-Quran. Jangan tanya keshalihan Ibu nya. Beliau Ahli Ta’lim, dalam sepekan tak pernah dilewati kecuali khatam Al-Qur’an.
Suatu ketika Pak Habibie bertutur tentang kisah perjuangannya selama di Jerman. Beliau berkompetisi dengan 2 orang Yahudi. Yang mana… 2 orang Yahudi ini selalu menjadi juara di kelasnya. Sampai suatu ketika, Eyang Habibie merasa penasaran rahasia apa sih yang membuat mereka itu begitu cerdas, padahal Eyang Habibie sudah begitu keras dan mati-matian dalam belajar.
Sampai akhirnya dia bertanya ke orang Yahudi itu apa rahasia mereka bisa pintar? Diajaknyalah Habibie menginap di Asrama Yahudi tersebut. Ketika menginap disana, Pak Habibie kaget… karena jam 2 malam. Orang Yahudi itu sudah bangun, membaca buku, belajar.
Didekatinya diam-diam. Lalu ditanyakan kepada orang Yahudi tersebut buku itu. Kamu membaca apa? Orang Yahudi itu kaget, terperanjat, dengan segera buku itu disembunyikan disebalik badannya.
Setelah lama berkutat, akhirnya pak Habibie mendapatkannya. Ketika di buka ternyata itu adalah Al-Qur’an. Betapa kagetnya Pak Habibie. Lalu ia berkata, “Ini kan Al-Quran, kitab suci saya, kitab suci ummat Islam kenapa kamu baca ini?”
Orang Yahudi tersebut kemudian berkata, “Rudy… Seandainya ummat Islam membaca Al-Qur’an dan menaruh perhatian kepadanya, maka niscaya mereka tidak akan pernah bisa dikalahkan, Inilah kunci kesuksesan ummat Islam, yang ditinggalkan oleh ummat Islam sendiri”
Akhirnya setelah menyadari hal itu, setiap jam 2 malam Pak Habibie selalu bangun, mandi, shalat tahajjud dan membaca Al-Quran, istiqamah dalam rutinitasnya.
Kita pun bisa menemukan keshalihan yang lainnya, Pak Habibie suatu ketika ditanya, “Disisa waktu-waktu yang Eyang miliki, mau dipakai apakah waktu yang sangat terbatas ini?”
Eyang dengan nada khasnya menjawab, “Saya akan habiskan waktu untuk membuat pesawat R80, agar Bangsa Indonesia bisa memiliki pesawat sendiri.. Sebagian waktu yang lain, akan Eyang gunakan untuk membaca Al-Quran sebanyak-banyaknya. Eyang ingin bertemu dengan Ibu Ainun, Ibu Ainun itu orang yang baik, orang yang shalih, rajin beribadah, saya yakin Ibu Ainun ada di Surga. Maka saya harus membaca Al-Qur’an untuk memantaskan diri, supaya bisa bertemu Ibu Ainun di surga.
Dalam sebuah kesempatan Konfrensi di Mesir, Pak Habibie pernah berkata, “Saya ini adalah seorang teknokrat, saya bisa membuat pesawat terbang, saya memiliki ilmu itu. Tapi setelah saya sadari, bahwa ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu Ilmu Agama”
Ustadz Adi Hidayat, Lc MA pun pernah bercerita tentang kedahsyatan Pak Habibie ini, semata-mata karena didikan orang tua yang mendidik Pak Habibie seperti Imam Nawawi, gemar belajar, ibadah dan membaca buku.
Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, siapapun yang dekat dengan Al-Quran akan diberkahi dan teranugerahi kecerdasan yang luar biasa. Sosok Eyang Habibie saya rasa salah satunya.
Masyaa Allah…
Hari ini kita kehilangan sumber mata air Indonesia. Semoga kedepan Indonesia bisa kembali teranugerahi sosok seperti Pak Habibie.
Alfatihah

Selasa, 17 Desember 2019

KURIKULUM 2013 & KTSP MADRASAH ALIYAH TP 2018/2019

Kurikulum 2013 dan KTSP Madrasah aliyah Silahkan :
 
https://drive.google.com/drive/folders/1v4HfkX-7s0jZ7bekTXjhC-_G74vdD7l5

FREE DOWNLOAD RPP FIQIH K.13 KELAS X MA (FREE DOWNLOAD LENGKAP, BISA DIEDIT)


Mata pelajaran Fiqih adalah mata salah satu mata pelajaran dalam rumpun pendidikan agama islam (PAI).

Apabila di sekolah umum seperti SMA dan SMK mata pelajaran PAI hanya ada satu maka beda di Madrasah Aliyah (MA) mata pelajaran PAI terbagi menjadi empat yaitu Al-Quran Hadis, Fiqih, Akidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

Mata pelajaran Fiqih di madrasah aliyah di dalam struktur kurikulum 2013 terdapat pada setiap tingkatan dimulai dari kelas 10, 11 dan kelas 12. dengan jumlah jam per minggunya adalah 2 (dua) jam pelajaran.

Kata fikih adalah bentukan dari kata fiqhun yang secara bahasa berarti  (pemahaman yang mendalam) yang menghendaki pengerahan potensi akal.

Ilmu fikih merupakan salah satu bidang keilmuan dalam syariah Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum atau aturan yang terkait dengan berbagai aspek kehidupan manusia, baik menyangkut individu, masyarakat, maupun hubungan manusia dengan Penciptanya.
Definisi fikih secara istilah mengalami perkembangan dari masa ke masa, se hingga tidak pernah bisa kita temukan satu definisi  yang tunggal. 

Pada setiap masa itu para ahli merumuskan pengertiannya sendiri. 

Sebagai misal, Abu Hani fah mengemukakan bahwa fikih  adalah pengetahuan manusia tentang hak dan kewajibannya. Dengan demikian, fikih bisa dikatakan meliputi seluruh aspek ke hidupan manusia dalam berislam, yang bisa masuk pada wilayah akidah, syariah, ibadah dan akhlak. 

Pada perkembangan selanjutnya, kita jumpai definisi  yang paling populer, yakni definisi yang dikemukakan oleh al-Amidi yang mengatakan bahwa fikih sebagai ilmu tetang hukum syara’ yang bersifat praktis yang diper- oleh melalui dalil yang terperinci.

Bagi yang membutuhkan perangkat pembelajaran Fikih kelas X Kurikulum 2013 kami sediakan filenya dalam bentuk  word yang bisa di download dan langsung bisa diedit melalui link di bawah ini:
  1. KI KD FIKIH kelas 10 Madrasah aliyah
  2. SILABUS FIKIH KLS X Madrasah Aliyah
  3. RPP FIKIH kls 10 Madrasah Aliyah
  4. Program Semester Fikih kls X Madrasah Aliyah
  5. Program Tahunan Fikih kelas X Madrasah Aliyah
  6. PERHITUNGAN KKM FIKIH KLS X  Madrasah Aliyah
  7. kata sandi :azzahrafiqih



Ruang lingkup yang terdapat pada ilmu Fikih adalah semua hukum yang berbentuk amaliyah untuk diamalkan oleh setiap mukallaf  (Mukallaf artinya orangyang sudah dibebani atau diberi tanggung jawab melaksanakan ajaran syariah Is-lam dengan tanda tanda seperti baligh, berakal, sadar, sudah masuk Islam).

Hukum yang diatur dalam fikih  Islam itu terdiri dari hukum wajib, sunah, mubah, makruh dan haram; di samping itu ada pula dalam bentuk yang lain se- perti sah, batal, benar, salah dan sebagainya.

Obyek pembicaraan Ilmu Fikih adalah hukum yang bertalian dengan perbua- tan orang-orang mukallaf yakni orang yang telah akil baligh dan mempunyai hak dan kewajiban. Adapun ruang lingkupnya seperti telah disebutkan di muka meli- puti:

  1. Pertama, hukum yang bertalian dengan hubungan manusia dengan khaliqnya (Allah Swt.). Hukum-hukum itu bertalian dengan hukum-hukum ibadah.
  2. Kedua,  hukum-hukum  yang  bertalian  dengan  muammalat,  yaitu  hukum- hukum yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya baik pribadi maupun kelompok. Kalau  dirinci adalah:


  • Hukum-hukum  keluarga  yang  disebut  Al-Ahwâl  Asy-Syakhshiyyah. Hukum ini mengatur manusia dalam keluarga baik awal pembentukannya sampai pada akhirnya.
  • Hukum-hukum perdata, yaitu hukum yang bertalian manusia dengan hubungan hak kebendaan yang disebut muamalah maddiyah.
  • Hukum-hukum lain termasuk hukum-hukum yang bertalian dengan perekonomian dan keuangan yang disebut al-ahkâm al-iqtisâdiyah wal mâliyyah.


Inilah hukum-hukum Islam yang   dibicarakan dalam kitab-kitab Fikih dan terus berkembang.

Minggu, 15 Desember 2019

Cahaya Iman



SHALAWAT WAHIDIYAH DAN TERJEMAHANNYA


ألصَّـلَوَاتِ الوَاحِـدِيَّةِ
SHALAWAT WAHIDIYAH
SHALAWAT WAHIDIYAH BERFAIDAH MENJERNIHKAN HATI DAN MA’RIFAT BILLAH WA RASUULIHI SAW.
BOLEH DIAMALKAN SIAPA SAJA, BAIK LAKI-LAKI, PEREMPUAN, TUA, MUDA
DARI ALIRAN ATAU GOLONGAN DAN BANGSA MANAPUN JUGA, TIDAK PANDANG BULU.
F A F I R R U U   I L A L L A A H    LARILAH KEMBALI KEPADA ALLAH
CARA PENGAMALAN
1.      Harus niat semata-mata mengabdikan diri, beribadah kepada Allah dengan ikhlas tanpa pamrih, serta memulyakan dan mencintai Nabi Muhammad saw. maka dalam pengamalannya supaya benar-benar merasa dihadapan beliau Nabi saw (istihdlor) disertai adab (tata krama) sepenuh hati, ta’dzim (memulyakan), mahabbah (mencintai) semurni-murninya.
2.      Untuk tahap awal, diamalkan selama 40 hari berturut-turut sesuai dengan bilangan/aurod mujahadah dibawah ini dalam sekali duduk. Boleh pagi, siang, sore atau malam hari. Boleh juga diamalkan selama 7 hari berturut-turut , akan tetapi bilangan/aurod mujahadah 40 hari dilipatgandakan sepuluh kali lipat.
3.      Setelah mengamalkan 40 hari / 7 hari, bilangan/aurod mujahadah boleh dikurangi sebagian atau seluruhnya. Akan tetapi lebih utama jika diperbanyak. Boleh mengamalkan sendiri-sendiri, akan tetapi berjama’ah dengan keluarga atau masyarakat satu kampung lebih dianjurkan. Bagi kaum wanita yang sedang “berhalangan” cukup membaca shalawatnya saja, jadi tidak usah membaca surat Fatihah. Untuk bacaan “Fafirruu.....dst”. dan “Waquljaa .... dst”. Boleh dibaca sebab disini dimaksudkan sebagai do’a.
4.      Bagi yang belum bisa mengamalkan seluruhnya (belum hafal) boleh membaca bagian-bagian mana yang sudah didapat terlebih dahulu, misalnya membaca Fatihahnya saja, atau kalimat nida’ “Yaa Sayyidii Yaa Rasuulallah” diulang berkali-kali selama kira-kira sama waktunya kalau mengamalkan seluruhnya (+ 30 menit) kalau itupun belum mungkin, boleh berdiam selama waktu itu, memusatkan hati dan segenap perhatian kehadirat Allah Tuhan yang maha Esa, memulyakan dan menyatakan rasa cinta semurni-murninya dengan istihdlor kepada junjungan kita nabi besar Muhammad saw.
AJARAN WAHIDIYAH
Disamping mengamalkan shalawat wahidiyah ini, supaya berusaha melatih hati dengan “LILLAH BILLAH dan LIRRASUL BIRRASUL serta berusaha melaksanakan YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQAH dengan prinsip TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA’
Pengertian :
LILLAH         :     Segala amal perbuatan apa saja, baik yang hubungan langsung kepada Allah dan Rasul-Nya, maupun yang hubungannya didalam masyarakat, dengan sesama makhluk pada umumnya, baik yang wajib, yang sunnah atau yang mubah, asal bukan perbuatan yang merugikan / bukan perbutan yang tidak diridhoi Allah (ma’siat), maka melaksanakannya supaya disertai niat dan tujuan untuk mengabdikan diri kepada Allah Tuhan yang maha Esa dengan ikhlas tanpa pamrih. LILLAHI TA’ALA. LAA ILLAAHA ILLALLAH (tiada tempat mengabdi selain kepada Allah). WAMAA KHALAQTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA’ BUDUUNI (Tiada Aku (Allah) ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku) (QS. Adz Dzariyat-56).
BILLAH        :     Menyadari dan merasa senantiasa, kapan dan dimanapun berada, bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin adalah diciptakan dan dititahkan Allah Tuhan yang maha mencipta, jangan sekali-kali merasa, lebih-lebih mengaku bahwa diri kita ini memiliki kakuatan dan kemampuan. LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH (Tiada daya dan kekuatan melainkan atas titah Allah semata / Billah)
LIRRASUL   :     Disamping niat mengabdikan diri / beribadah kepada Allah (Lillah) seperti diatas, didalam segala tindakan dan perbuatan apa saja, asal bukan perbuatan yang tidak diridhoi Allah (ma’siat), bukan perbuatan yang merugikan, supaya juga disertai niat mengikuti jejak tuntunan Rasulullah saw. YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANUU ATHI’ULLAAHA WA ATHI’URRASUULA WALAA TUBTILUU A’MAALAKUM (Wahai orang-orang yang beriman (Billah), taatlah kepada Allah (Lillah) dan taatlah kepada Rasul (Lirrasul), dan janganlah kamu merusakkan amal-amal kamu sekalian. QS. Muhammad-33)
BIRRASUL   :     Disamping sadar Billah seperti diatas, supaya juga menyadari dan merasa bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik kita lahir dan batin (yang diridhoi Allah) adalah sebab jasa Rasululloh saw. WAMAA ARSALNAAKA ILLA RAHMATAN LIL ‘AALAMIN (Dan tiada Aku (Allah) mengutus engkau yaa Muhammad melainkan rahmat bagi seluruh alam. Al Anbiya – 107).
Penerapan Lillah-Billah dan Lirrasul-Birrasul seperti diatas adalah merupakan realisasi dalam praktek hati dari dua kalimat syahadat, ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASUULULLAH.
YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQAH : Mengisi dan memenuhi segala bidang kewajiban. Melaksanakan kewajiban disegala bidang tanpa menuntut hak. Baik kewajiban-kewajiban terhadap Allah wa Rasulihi saw. maupun kewajiban-kewajiban dalam hubungannya didalam masyarakat disegala bidang dan terhadap makhluk pada umumnya.
TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA’ : Didalam melaksanakan kewajiban-kewajiban kita supaya mendahulukan yang lebih penting (Ahammu). Jika sama-sama pentingnya supaya dipilih yang lebih besar manfaatnya (Anfa’u). Hal-hal yang berhubungan kepada Allah wa Rasulihi saw, terutama yang wajib harus dipandang “Ahammu” (lebih penting). Dan hal-hal yang manfaatnya dirasakan juga oleh orang lain atau umat masyarakat pada umumnya harus dipandang “Anfa’u” (lebih bermanfaat).
SHALAWAT WAHIDIYAH dan AJARAN WAHIDIYAH sudah diijazahkan secara mutlak oleh mu’alifnya. Siapa saja dan dari manapun memperolehnya telah diberi izin mengamalkan dan menerapkannya. Bahkan dianjurkan supaya disiarkan kepada masyarakat luas tanpa pandang bulu dengan ikhlas dan bijaksana.
Disiarkan oleh :
YAYASAN PERJUANGAN WAHIDIYAH
DAN PONDOK PESANTREN KEDUNGLO
Jl. KH. Wachid Hasyim Kediri Jawa Timur Kode Pos 64114 
Telp. (0354) 771018  Fax. (0354) 774511
  ==================================
PENGAMALAN SHALAWAT WAHIDIYAH
1.     Marilah segenap perhatian kita pusatkan menghadap Allah swt. Tuhan yang maha Esa, dan merasa benar-benar dihadapan junjungan kita nabi besar Muhammad Rasululloh saw. dengan adab ta’dzim (memulyakan) dan mahabbah (mencintai) semurni-murninya.
2.     Niat semata-mata mengabdikan diri “beribadah” kepada Allah dengan ikhlas tanpa pamrih apapun juga, Lillah. Dan niat mengikuti jejak tuntunan Rasulullah saw, Lirrasul.
3.     Marilah kita sadari bahwa kita bisa melakukan ini semua adalah semata-mata atas titah Allah, Billah, dan karena syafa’at atau jasa Rasulullah saw., Birrasul.
4.     Mari kita mengakui dengan jujur bahwa kita penuh dosa dan banyak berbuat dzalim, baik kepada Allah wa Rasuulihi saw., kepada orang tua dan keluarga, kepada umat masyarakat serta kepada makhluk pada umumnya. Sangat membutuhkan sekali maghfirah (ampunan) dan taufiq hidayah Allah swt., syafa’at dan bimbingan Rasulullah saw., serta barakah, karamah, nadhrah dan do’a restu Ghautsu hadzaz Zaman wa a’waanihi wa saairi auliyaa ahbaabillahi ra.
5.     Seluruh pengamalan kita haturkan sebagai hadiah penghormatan kepada junjungan kita kanjeng nabi besar Muhammad saw., kepada Ghautsu Hadzaz zaman dst., dan lain-lain jika dikehendaki, (cukup dalam batin).
( AUROD/BILANGAN MUJAHADAH 40 HARI )
إِلىَ حَضْرَةِ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلىَ الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ   ألْفَاتِحَةْ ! ( 7  x  )
ILAA HADLRATI SAYYIDIINAA MUHAMMADIN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM, AL FAATIHAH. (Membaca surat Fatihah 7 x )
وَإِلىَ حَضْرَةِ غَوْثِ هَذَاالزَّمَانِ وَسَآئِرِ أَوْلِيَآءِ اللهِ رَضِيَ الله ُتَعَالىَ عَنْهُمْ  ألْفَاتِحَةْ ! ( 7  x  )
ILAA HADLRATI GHAUTSI HADZAZ  ZAMAN WA A’WAANIHI WASAAIRI AULIYAAILLAAHI RADLIYALLAAHU TA’ALAA ‘ANHUM, AL FAATIHAH. (Membaca surat Fatihah 7 x )
أَللّهُمَّ يَاوَاحِدُ يَاأَحَدْ، يَاوَاجِدُ يَاجَوَادْ، صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَـيِّدِنَا محَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا محمّدْ، فيِ كُلِّ لَمْحَةٍ وَّنَفَسٍ بِّعَدَدِ مَعْلُوْمَاتِ اللهِ وَفُيُوْضَاتِهِ وَأَمْدَادِهِ. ( 100 X )
ALLAAHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD. YAA WAAJIDU YAA JAWAAD. SHALLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADI’W WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW WANAFASIN BI’ADADIM BI’ADADI MA’LUUMAATILLAAHI WAFUYUUDHAATIHI WA AMDAADIH. ( 100 X )
Yaa Allah, Tuhan Maha Esa, yaa Tuhan Maha Satu, yaa Tuhan Maha Menemukan, yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpahkanlah shalawat salam barokah atas junjungan kami kanjeng nabi Muhammad dan atas keluarga kanjeng nabi Muhammad pada setiap kedipnya mata dan naik turunnya nafas sebanyak bilangan segala yng Allah maha mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian dan kelestarian pemeliharaan Allah.
أللّهُمَّ كَمَا أَنْتَ أهْلُهْ، صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَـيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا وَشَفِيْعِنَا وَحَبِيْـبِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا محَمَّدٍ صَلىَّ الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَ هُوَ أَهْلُهْ، نَسْأَلُكَ اللّهُمَّ بِحَقِّهِ أَنْ تُغْرِقَنَا فىِلُجَّةِ بَحْرِ اْلوَحْدَةْ، حَتىَّ لاَنَرَى وَلاَنَسْمَعَ وَلاَنَجِدَ وَلاَنُحِسَ وَلاَنَتَحَرَكَ وَلاَنَسْكُنَ إِلاَّ بِهَا، وَتَرْزُقَنَا تَمَامَ مَغْفِرَتِكَ يَآأَلله وَتمَاَمَ نِعْمَتِكَ يَآأَلله وَتمَاَمَ مَعْرِفَتِكَ يَآأَلله وَتمَاَمَ مَحَبَّتِكَ يَآأَلله وَتمَاَمَ رِضْوَانِكَ يَآأَلله، وَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِه وَصَحْبِهْ، عَدَدَمَآ أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ وَأَحْصَاهُ كِتَابُكَ بِرَحمْتِكَ بَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.  ( 7 X )
ALLAAHUMMA KAMAA ANTA AHLUH. SHALLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA WAMAULAANAA WASYAFII’INAA WAHABIIBINAA WAQURRATI A’YUNINAA MUHAMMADIN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAMA KAMA HUWA AHLUH. NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH. HATTA LAA NAROO WALAA NASMA’AA WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA WALAA NATAHARRAKA WALAA NASKUNA ILLA BIHAA. WATARZUQANAA TAMAAMA MAGHFIRATIKA YAA ALLAAH, WATAMAAMA NIKMATIKA YAA ALLAAH, WA TAMAAMA MA’RIFATIKA YAA ALLAAH, WA TAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLAAH, WATAMAAMA RIDHWAANIKA YAA ALLAAH. WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA’ALAA AALIHI WASHAHBIH, ‘ADAADAMAA AHAATHOBIHI ‘ILMUKA WA AHSHAAHU KITAABUK. BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN. WALHAMDULILLAAHI RABBIL ‘AALAMIN.  ( 7 X )
Yaa Allah, sebagaimana keahlian ada pada-Mu, limpahkanlah shalawat salam barakah atas junjungan kami, pemimpin kami, pemberi syafa’at kami, kecintaan kami dan buah jantung hati kami, kanjeng nabi Muhammad Saw. yang sepadan dengan keahlian beliau, kami bermohon kepada-Mu yaa Allah dengan hak kemulyaan beliau, tenggelamkanlah kami dalam pusar dasar samudera keesaan-Mu sedemikian rupa, sehingga tiada kami melihat, tiada kami mendengar, tiada kami menemukan, taiada kami merasa, tiada kami bergerak dan taiada kami berdiam melainkan senantiasa merasa dalam samudera tauhid-Mu dan kami bermohon kepada-Mu ya Allah, limpahkanlah kami ampunan-Mu yang sempurna yaa Allah, nikmat karunia-Mu yang sempurna yaa Allah, sadar ma’rifat kepada-Mu yang sempurna yaa Allah, cinta kepada-Mu dan kecintaan-Mu yang sempurna yaa Allah, ridha kepada-Mu serta memperoleh ridha-Mu yang sempurna yaa Allah. Dan sekali lagi yaa Allah, limpahkanlah shalawat salam barakah atas beliau kanjeng nabi dan atas keluarga serta sahabat beliau sebanyak bilangan yang diliputi oleh ilmu-Mu dan termuat dalam kitab-Mu, dengan rahmat-Mu yaa Tuhan maha pengasih lagi maha penyayang dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
يَآشَافِعَ اْلخَلْقِ الصَّلاَةُ وَالسَّـلاَمُ  #   عَلَيْـكَ نُوْرَالْخَلْقِ هَـادِيَ اْلأَنَمُ
وَأَصْــلَهُ وَرُحَـهُ أَدْرِكْـنِى            #   فَقَـدْ ظَلَمْـتُ أَبَـدًا وَّرَبِّـنِى
وَلَيْـسَ لِى  يَاسَـيِّدِى سِوَاكَا       # فَإِنْ تَرُدَّ كُنْـتُ  شَخْصًا هَالِكَا
( 3 X )
YAA SYAAFI’AL KHALQISH SHALAATU WASSALAAM          #       ‘ALAIKANUU RALKHALQI HAADIYAH ANAAM
WA ASHLAHU WARUUHAHU ADRIKNII                                     #       FAQADH DHALAMTU ABADAW WARABBINII                            
WA LAISA LII YAA SAYYIDII SIWAAKAA                                  #       FAIN TARUDDDA KUNTU STAKH SHANHAALIKAA
( 3 X )
Duhai kanjeng nabi pemberi syafa’at makhluk, kepangkuanmu shalawat salam kusanjungkan. Duhai cahaya makhluk pembimbing manusia.
Duhai unsur dan jiwa makhluk, bimbing, bimbing dan didiklah diriku, sungguh aku manusia yang dhalim selalu.
Tiada arti diriku tanpa engkau duhai pemimpin kami,  jika engkau hindari aku, akibat keterlaluan berlarut-larutku, pastilah, pasti aku akan hancur binasa.
يَا سَـيِّدِى   يَارَسُـوْلَ اللهْ( 7 X )  
YAA SAYYIDII YAA RASUULALLAH  ( 7 X )
Duhai pemimpin kami, duhai utusan Alloh
يَآأَيُّـهَااْلغَـوْثُ سَـلاَمُ اللهِ    #    عَلَيْـكَ رَبِّــنىِ  بِإِذْنِ اللهِ
وَانْظُرْ إِلَيَّ سَـيِّدِى  بِنَـظْرَةِ   #    مُوْصِـلَةٍ لِّلْحَضْـرَةِ اْلعَلِـيَّةِ
( 3 X )
YAA AYYUHAL GHAUTSU SALAAMULLAAH           #           ‘ALAIKA ROBBINII BI-IDZNILLAAH
WANDUR ILAYYA SAYYIDII BINADZRAH                   #           MUUSHILATIL LILHADHRATIL ‘ALIYAH
( 3 X )
Duhai Ghautsu (Penolong) Zaman, kepangkuanmu salam Allah kuhaturkan, bimbing dan didiklah diriku dengan idzin Allah.
Dan arahkan pancaran sinar nadhrahmu kepadaku duhai pemimpin kami, dengan (sinar) radiasi batin yang mewusulkan aku sadarr kehadirat maha luhur Tuhanku.
يَآشَافِـعَ اْلخَلْـقِ حَبِيْـبَ اللهِ        #    صَلاَتُـهُ عَلَيْـكَ مَعْ سَـلاَمِهِ
ضَلَّتْ وَضَلَّتْ حِيْلَتىِ فىِ بَلْدَتِى  #    خُذْ بِـيَدِىْ يَاسَـيِّدِىْ وَاْلأُمَّةِ
( 3 X )
YAA SYAAFI’AL KHALQI HABIBALLAAHI                       #           SHALAATUHU ‘ALAIKA MA’SALAAMIHI
DHALLAT WADHALLAT HILLATII FII BALDAATII               #           KHUDZBIYADII YAA SAYYIDII WAL UMMATI
( 3 X )
Duhai kanjeng nabi pemberi syafa’at makhluk, duhai kanjeng nabi kekasih Allah, kepangkuanmu shalawat salam Allah kusanjungkan.
Jalanku buntu, usahaku tak menentu, cepat, cepat, cepat raihlah tanganku duhai pemimpin kami, tolonglah diriku dan dan seluruh umat ini.
يَا سَـيِّدِىْ   يَارَسُـوْلَ اللهْ  ( 7 X )
YAA SAYYIDII YAA RASUULALLAH  ( 7 X )
Duhai pemimpin kami, duhai utusan Alloh
يَآرَبَّنَا اللّـهُمَّ صَـلِّ سَـلِّمِ        #    عَلىَ محَـمَّدٍ شَفِيْـعِ اْلأُمَـمِ
وَاْلآلِ وِاجْعَلِ اْلأَنَامَ مُسْرِعِيْن  #    بِالْوَاحِـدِيَّةِ لِرَبِّ اْلعَـالَمِيْن
يَآرَبَّنَا اغْفِرْ يَسِّرِافْتَحْ وَاهْـدِنَا   #        قَـرِّبْ وَأَلِّفْ بَيْـنَنَا يَارَبَّنَـا
( 3 X )
YAA RABBANALLAAHUMMA SHALLI SALLIMI                 #           ‘ALAA MUHAMMADIN SYAFII’IL UMAMI
WAL AALI WAJ’ALIL ANAAMA MUSRI’IIN                          #           BILWAAHIDIYATI LIRABBIL ‘AALAMIIN
YAA RABBANAGHFIR YASSIRIFTAH WAHDINAA             #           QARRIB WA ALLIF BAINANAA YAA RABBANAA
 ( 3 X )
Yaa Tuhan kami yaa Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas kanjeng nabi Muhammad pemberi syafa’at umat dan atas keluarga beliau
dan jadikanlah umat manusia cepat-cepat lari, lari kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Tuhan semesta alam.
Yaa Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, permudah segala urusan kami, bukakanlah hati dan jalan kami, dan berilah petunjuk kepada kami, pererat persaudaraan dan persatuan diantara kami, yaa Tuhan kami.
أَللّهُمَّ بَارِكْ فِيْمَا خَـلَقْتَ وَهـذِهِ اْلبَلْـدَةْ يَآأَلله، وَفىِ هذِهِ اْلمجُاَهَدَةْ يَآأَللهْ( 7 X )  
ALLAAHUMMA BAARIK FIIMAA KHALAQTA WAHADZIHIL BALDAH YAA ALLAAH,
WA FII HADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLAAH  ( 7 X )
Yaa Allah, limpahkanlah barokah didalam segala makhluk yang engkau ciptakan dan didalam negeri ini yaa Allah, dan didalam mujahadah ini yaa Allah.
إِسْــتِغْرَاقْ !
ISTIGHRAAQ !
( Diam, tidak membaca apa-apa. Segenap perhatian lahir dan batin, fikiran dan perasaan dipusatkan hanya kepada Allah. Tidak ada acara selain ALLAH ! )
(Jika berjama’ah, aba-aba untuk istighraq hanya dilakukan oleh imam)
ألفاتحة !
AL FAATIHAH  1 X  ( Membaca surat Fatihah 1 x kemudian membaca do’a dibawah ini )
بِسْـمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرّحِيْمِ
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
أللّهُمَّ بِحَقِّ إسْمِكَ اْلأَعْظَمْ، وَبِجَاهِ سَـيِّدِنَا محمّدٍ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَبِبَرَكَةِ غَوْثِ هَذَاالزَّمَانِ وَأَعْوَانِهِ وَسَآئِرِ أَوْلِيَآئِكَ يَآأَلله، يَآألله، يَآألله رَضِيَ اللهُ تَعَلَى عَنْهُمْ( 3 x )  .
ALLAAHUMMA BIHAQQISMIKAL A’DHAM WABIJAHI SAYYIDIINAA MUHAMMADIN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM WABIBARAKATI GHAUTSI HADZAZ ZAMAN WA A’WAANIHI WASAAIRI AULIYAAIKA YAA ALLAAH, YAA ALLAAH, YAA ALLAAH RADHIYALLAAHU TA’AALAA ‘ANHUM ( 3 x ).
Yaa Allah dengan hak kebesaran-Mu, dan dengan kemulyaan serta keagungan kanjeng nabi Muhammad saw. serta dengan barakahnya Ghautsu hadzaz Zaman (penolong pada zaman ini) wa a’wanihi (dan para pembantunya) serta segenap para wali kekasih-Mu yaa  Allah, yaa Allah, yaa Allah, semoga Allah yang maha luhur meridhoi mereka.
بَلِّغْ جَمِيْعَ اْلعَالَمِيْنَ نِدَآءَنَا هَذَا وَاجْعَلْ فِيْهِ تَأْثِيْرًا بَلِيْغاً( 3 x ) 
BALLIGH JAMII’AL ‘AALAAMIN NIDAA ANAA HAADZAA WAJ’AL FIIHI TA’TSIRAM BALIIGHAA  ( 3 x ).
Sampaikanlah seruan kami ini kepada jami’al ‘alamin (seluruh alam) dan letakkanlah kesan yang merangsang (untuk berjuang) didalamnya.
فَإِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَبِاْلإِجَابَةِ جَدِيْرٌ( 3 x ) 
FAINNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIR WABIL IJAABATI JAADIIR  ( 3 x ).
Maka sesungguhnya Engkau maha Kuasa berbuat segala sesuatu dan maha Ahli memberi ijabah.
فَفِـرُّوْآإِلَىاللهِ( 7 x )  
FAFIRRUU ILALLAAH  ( 7 x )
Larilah kembali kepada Alloh
وَقُلْ جَآءَ اْلحَقُّ وَزَهَقَ اْلبَاطِلْط إِنَّ اْلبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقاً( 3 x )  
WAQULJAA-ALHAQQU WAZAHAQAL BAATIL INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQAA !  ( 3 x )
Dan katakanlah (wahai Muhammad), apabila perkara yang haq (benar) telah datang maka musnahlah perkara yang batal. Sesungguhnya perkara yang batal itu pasti musnah.
ألْفَاتِحَةْ !
AL FAATIHAH  1 X  ( Membaca surat Fatihah 1 x)
Keterangan :
1.  Penjelasan lengkap tentang Shalawat Wahidiyah baca buku Kuliah Wahidiyah.
2.  Auraod / Bilangan mujahadah yang lain (selain bilangan 40 hari) silakan lihat buku bimbingan praktis mujahadah.
3.  Kedua buku tersebut diterbitkan oleh YAYASAN PERJUANGAN WAHIDIYAH DAN PONDOK PESANTREN KEDUNGLO.
4. Jika ingin penjelasan lebih lanjut silakan hubungi YAYASAN PERJUANGAN WAHIDIYAH DAN PONDOK PESANTREN KEDUNGLO Jl. KH. Wachid Hasyim, Bandar Lor, Kediri, Jawa Timur Kode Pos 64114 Telp. (0354) 771018  Fax. (0354) 774511


=======================

Untuk Aurad MUJAHADAH KECERDASAN bisa dibaca disini

Terima kasih semoga bermanfaat.