Kamis, 30 September 2021

Dasar-Dasar Jurnalistik: Pengertian, Jenis, Teknik, Kode Etik

 

Dasar-Dasar Jurnalistik di bawah ini bisa menjadi bahan atau materi kuliah  Pengantar Ilmu Jurnalistik.

Dasar-Dasar Jurnalistik ini juga bisa menjadi referensi bahasan bagi siapa saja yang ingin mengenal dan terjun ke dunia jurnalistik atau membuka wawasan ilmu kewartawanan ini.

Memahami konsep jurnalistik akan membuat pembaca lebih kritis dalam menerima informasi atau menyerap berita yang tersaji di media massa.

Sejarah Jurnalistik: Sejarah Singkat

Berbagai  literatur tentang  sejarah jurnalistik selalu  merujuk pada “ Acta Diurna ” pada zaman Romawi Kuno, khususnya masa pemerintahan Julius Caesar (100-44 SM).

Acta Diurna adalah papan pengumuman –sejenis majalah dinding (mading) atau papan informasi sekarang– yang diletakkan di  Forum Romanum  agar diketahui oleh banyak orang.

Secara harfiyah, Acta Diurna diartikan sebagai Catatan Harian atau Catatan Publik Harian.

Acta Diurna awalnya berisi catatan proses dan keputusan hukum, kemudian berkembang menjadi pengumuman kelahiran, perkawinan, hingga keputusan kerajaan atau senator dan acara pengadilan.

Acta Diurna diyakini sebagai produk jurnalistik pertama sekaligus pers, media massa, atau suratkabar/koran pertama di dunia. Julius Caesar  pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”.

Kata atau istilah jurnalistik pun berasal dari  Acta Diurna  itu. Orang yang menghimpun dan  menulis  informasi untuk dipublikasikan di Acta Diurna disebut  diurnalis.

Dari kata  diurna  muncul kata  du jour  (Prancis) yang berarti “hari ” dan  journal  (Inggris) yang artinya  jurnalisme  atau  jurnalistik .

Dalam bahasa Inggris,  jurnalis  artinya orang yang membuat atau menyampaikan laporan.

Pengertian Jurnalistik

Secara bahasa (Indonesia), jurnalistik adalah hal yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran dan seni kejuruan yang bersangkutan dengan pemberitaan dan persuratkabaran ( KBBI ).

Journalisme ( jurnalism ) diartikan sebagai “ kegiatan atau profesi menulis untuk surat kabar, majalah, atau situs berita atau menyiapkan berita untuk disiarkan .” (aktivitas atau profesi penulisan untuk suratkabar, majalah, atau situs web berita atau siapkan berita untuk konten).

Dalam kamus bahasa Inggris, jurnalistik adalah “ Pengumpulan dan penyuntingan berita untuk disajikan melalui media; tulisan yang dirancang untuk diterbitkan di surat kabar atau majalah”  ( Merriam Webster ).

Kata kunci dalam pengertian jurnalistik adalah  berita  dan  penyebarluasan  (publikasi).

Dengan demikian, secara praktis, jurnalistik dapat didefinisikan sebagai berikut:

Jurnalistik adalah pengumpulan bahan berita (peliputan), pelaporan peristiwa ( reporting ), penulisan berita ( writing ), penyuntingan naskah berita ( editing ), dan penyajian atau penyebarluasan berita ( publishing/broadcasting ) melalui media.

Definisi jurnalistik di atas seperti dikemukakan Roland E. Wolseley dalam buku  Understanding Magazines  (1969): jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penyimpanan, penyebaran, dan penyebaran informasi umum, pendapat umum, hiburan umum secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada suratkabar, majalah, dan.

Ahli atau akademisi lainnya membuat definisi jurnalistik antara lain sebagai berikut:

– Jurnalistik adalah kepandaian dalam hal mengarang yang tujuan pokoknya adalah untuk memberikan kabar/ informasi pada masyarakat secepat mungkin dan seluas mungkin ( Adinegoro, Hukum Komunikasi Jurnalistik, 1984 ).

– Jurnalistik merupakan sebuah proses kegiatan dalam mengolah, menulis, dan menyebarluaskan berita dan atau opini melalui media massa ( Asep Syamsul M Romli, Jurnalistik Dakwah, 2003 ).

– Jurnalistik adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dalam mencatata dan melaporankan serta menyebarkan informasi kepada masyarakat umum. Informasi yang berkenaan dengan kegiatan sehari-hari ( Astrid Susanto, Komunikasi Massa, 1986 )

– Jurnalistik merupakan suatu kegiatan untuk mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan berita secepat mungkin dan seluas mungkin kepada ( Djen Amar, Hukum Komunikasi Jurnalistik, 1984 ).

– Jurnalisme merangkul segala bentuk di mana dan melalui mana berita dan momen berita itu sampai ke publik. Jurnalistik mencakup semua bentuk cara/ kegiatan yang dilakukan hingga sebuah ulasan/ berita dapat disampaikan kepada publik ( Fraser Bond, An Introduction to Journalism, 1961 ).

– Jurnalistik adalah teknik dalam mengelola berita, mulai dari mendapatkan bahan hingga menyebarkannya kepada masyarakat secara luas. Onong U. Effendi, Ilmu, Teoiri dan Filsafat Komunikasi, 1993 ).

Jurnalistik: Proses, Teknik, Ilmu

Saya biasa mengartikan jurnalistik sebagai proses, teknik, dan ilmu peliputan, penulisan, dan penyebarluasan informasi aktual (berita) melalui media massa.

  • Proses – “aktivitas” peliputan, penulisan, penyebarluasan info aktual melalui media.
  • Teknik – “keahlian” ,  pelaporan dan penulisan,  keahlian atau keterampilan meliput, menulis, dan menyajikan berita (keterampilan)
  • Ilmu – “bidang kajian”, ilmu komunikasi massa. Jurnalistik adalah kajian tentang komunikasi melalui media massa.

Jenis-Jenis Jurnalistik

Berdasarkan media yang digunakan untuk publikasi atau penyebarluasan informasi, jurnalistik dibagi menjadi tiga jenis:

  • Jurnalistik Cetak ( dicetak jurnalisme ) - Yaitu Proses Jurnalistik di Media Cerak (media cetak) koran / suratkabar, majalah, tabloid.
  • Jurnalistik Elektronik ( electronic journalism ) atau Jurnalistik Penyiaran ( Broadcast Journalism ) — yaitu proses jurnalistik di media  radio , televisi, dan film.
  • Jurnalistik Online ( online journalism ) atau Jurnalistik Daring (dalam jaringan — yaitu penyebarluasan informasi melalui situs web berita atau portal berita (media internet, media online, media siber).

Berdasarkan gaya dan topik pemberitaannya, jurnalistik dibagi menjadi banyak jenis:

  • Jurnalisme Damai (Jurnalisme Damai)
  • Jurnalisme Perang (War Journalism)
  • Jurnalisme Pembangunan (Jurnalisme Pembangunan)
  • Jurnalisme Kuning (Jurnalisme Kuning)
  • Jurnalisme Umpan Klik (Clickbait Journalism)
  • Jurnalisme Perang Suci (Jurnalisme Perang Salib)
  • Jurnalisme Warga (Citizen Journalism)
  • Jurnalisme Komunitas (Jurnalisme Komunitas)
  • Jurnalisme Investigasi (Jurnalisme Investigasi)
  • Jurnalisme Korporasi (Corporate Journalism)
  • Jurnalisme Merek (Brand Journalism)
  • Jurnalisme Dakwah, dll.

Pengertian Jurnalis/Wartawan

Pelaku jurnalistik disebut jurnalis atau wartawan.

KBBI  menyebutkan, wartawan adalah orang yang bekerja mencari dan menyusun berita untuk dimuat dalam surat kabar, majalah, radio, dan televisi. Wartawan disebut juga juru warta atau jurnalis.

  • Jurnalis/Wartawan adalah orang yang melakukan  aktivitas jurnalistik  secara rutin (UU No. 40/1999 tentang Pers)
  • Indonesia: Jurnalis, Reporter, Editor, Paper Man, News Man

Kualifikasi Wartawan:

  • Menaati Kode Etik ( Kode Etik )
  • Menguasai Bidang Liputan ( Beat )
  • Menguasai Teknik Jurnalistik ( J-Skills )

Wartawan adalah orang yang bekerja di sebuah media massa dengan melakukan aktivitas jurnalistik (peliputan dan penulisan berita) secara rutin, menjalankan kode etik, menguasai tema liputannya, dan menguasai teknik jurnalistik terutama menulis berita dan wawancara.

Kode Etik Jurnalistik

Kode etik jurnalistik adalah etika profesi wartawan. Ciri utama dari profesional yaitu mengukur kode etik, sebagaimana halnya dokter, pengacara, dan kaum profesional yang memiliki dan kode etik.

Berikut ini ringkasan kode etik jurnalistik:

  1. Independen, akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
  2. Profesional (tunjukkan identitas; hormati hak privasi; tidak menyuap; berita faktual dan jelas sumbernya; tidak plagiat; penggunaan cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik).
  3. Berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
  4. Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
  5. Tidak menyalah-gunakan profesi dan tidak menerima suap.
  6. Memiliki Hak Tolak untuk melindungi narasumber yang tidak mengetahui identitas maupun keberadaan, ketentuan embargo, latar belakang, dan “tidak direkam”.
  7. Tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan perbedaan atau diskriminasi SARA.
  8. Hormati kehidupan pribadi, kecuali untuk kepentingan publik.
  9. Segera, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru/tidak akurat dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan pemirsa.
  10. Layani Hak Jawab dan Hak Koreksi secara proporsional.

9 Elemen Jurnalisme

Kode etik jurnalistik secara universal tercantum dalam 9 Elemen Jurnalisme yang dikemukakan Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (2001) dalam   The Elements of Journalism, What Newspeople Should Know and the Public Should Expect  (New York: Crown Publishers, 2001) sebagai berikut:

  1. Kewajiban pertama adalah pada kebenaran.
  2. Kesetiaan (loyalitas) jurnalisme adalah kepada warga (warga negara).
  3. Disiplin pengungkit.
  4. Jurnalis harus tetap mandiri.
  5. Jurnalis bertindak sebagai pemantau.
  6. Jurnalisme harus menyediakan forum bagi kritik, komentar, dan tanggapan dari publik.
  7. Membuat hal yang penting menjadi menarik dan relevan.
  8. Berita yang disajikan secara komprehensif dan proporsional
  9. mengikuti hati nurani –etika, tanggung jawab moral, dan standar nilai.

Belakangan, Bill Kovach dan Tom Rosenstiel menambahkan prinsip kesepuluh: “warga juga memiliki hak dan tanggung jawab dalam hal yang berkaitan dengan berita.”

Teknik Jurnalistik (J-Skills)

Teknik Jurnalistik adalah keahlian atau keterampilan khusus dalam hal reportase, penulisan dan penyuntingan berita, serta wawasan dan penggunaan bahasa jurnalistik atau bahasa media.

  • Teknik Reportase: Observasi, Wawancara, Studi Sastra. Wartawan harus piawai wawancara dan mengamati peristiwa. Wartawan juga harus andal dalam riset data atau studi literatur.
  • Penulisan Berita. Penulisan berita adalah keterampilan utama wartawan.
  • Pelaporan Berita (untuk Radio/TV): Pembacaan Berita, Bacaan Lisan, Penulisan Naskah Berita). Khusus wartawan media elektronik (TV/Radio) harus piawai menyajikan berita secara langsung (live report) ataupun menjadi presenter berita di studio.
  • Mengedit. Wartawan harus piawai menyunting naskah sebelum.
  • Bahasa Jurnalistik. Wartawan harus menguasai bahasa jurnalistik, yakni bahasa pers atau bahasa media, dengan ciri khas ringkas, lugas, dan mudah dijangkau.

Secara praktis, dasar jurnalistik yang wajib dimiliki wartawan adalah keahlian meliput perisiwa, menulis beritanya, melakukan wawancara, dan lain-lain kode etik.

Bahasa Jurnalistik

Bahasa Jurnalistik –disebut juga bahasa media, bahasa pers, bahasa koran, atau bahasa wartawan– adalah gaya bahasa yang digunakan wartawan dalam menulis berita dengan karakteristik singkat, padat, sederhana, jelas, dan menarik.

Pakar bahasa Indonesia Jus Badudu menyatakan, bahasa jurnalistik harus sederhana, mudah dikenali, teratur, dan efektif.

Ringkas:  Bahasa Jurnalistik ITU Hemat kata ( ekonomi kata-kata ), memilih kata Dan kalimat Ringkas, KARENA keterbatasan Ruang Dan durasi, termasuk menghindari  Kata Jenuh Dan Kata Mubazir .

Lugas:  menggunakan kata/kalimat denonatif, satu pengertian, tidak ambigu, dan langsung ke poko masalah ( straight to the point ) alias tidak bertele-tele.

Produk Jurnalistik: Karya Jurnalistik

Secara garis besar, produk atau karya jurnalistik itu adalah

  1. Berita (Berita)
  2. Opini (Tampilan)
  3. Fitur

Berita adalah laporan peristiwa. Opini adalah tulisan berisi pendapat, penilaian, pemikiran, atau analisis tentang suatu masalah atau peristiwa.

Feature adalah tulisan yang menggabungkan fakta dan opini atau tulisan khas tulisan karya sastra seperti cerpen atau novel

Foto dan Video masuk dalam produk jurnalistik jika berupa foto jurnalistik dan video jurnalistik.

  • Jenis-jenis berita antara lain Hard News, Opinion News, Interpretative News, Dll.
  • Jenis-jenis Opini antara lain Artikel, Editorial/Tajuk, Kolom, Karikatur, Pojok, Esai, Ilmiah Populer)
  • Jenis-jenis Fitur antara lain Tips, Laporan Perjalanan, Biografi, Profil, Resensi, dll.

Pemrosesan Berita: Proses Produksi Berita

  • Perencanaan Berita
  • Berburu Berita/Berkumpul Berita
  • Penulisan Berita
  • Pengeditan Berita
  • Penerbitan

Proses jurnalistik dalam praktiknya yaitu perencanaan pemberitaan (mis. rapat redaksi), peliputan peristiwa (termasuk wawancara), penulisan naskah berita, penyuntingan, dan publikasi melalui media massa.

Manajemen Redaksi

  • Pemimpin Redaksi/Pemimpin Redaksi/Pemimpin Redaksi (+ wakil jika diperlukan)
  • Redaktur Pelaksana/Managing Editor (+ wakil jika diperlukan)
  • Redaktur/Editor/Jabrik (Penanggung Jawab Rubrik)
  • Reporter & Fotografer
  • Koresponden
  • Kontributor (termasuk penulis & kolomnis).

Proses pemberitaan masuk dalam manajemen redaksi. SDM dalam manajemen redaksi terdiri dari pemimpin redaksi hingga kontributor. Semuanya disebut wartawan.

Wartawan ada yang –secara hierarkis– pemimpin redaksi, wakil pemred, redaktur, koordinator liputan, reporter, fotografer (wartawan foto), koresponden (wartawan daerah), dan kontributor, yaitu wartawan lepas yang dibayar per tulisan alias tidak digaji bulanan seperti koresponden sd pemred.

Media Jurnalistik: Jenis-Jenis Media Massa

  1. Media Cetak (Media Cetak)
  2. Media Elektronik (Media Elektronik)
  3. Media Siber (Media Siber)

Hasil proses jurnalistik atau karya jurnalistik diperoleh melalui media massa yang terbagi dalam tiga jenis.

Media cetak terdiri dari suratkabar (koran, terbit harian), majalah, dan tabloid.

Media Elektronik terdiri dari radio siaran, televisi, dan film.

Media Siber yaitu media massa di internet –dikenal dengan sebutan media online, situs berita, portal berita ( news portal ), website berita, atau media dalam jaringan (media Daring).

Demikian sekilas Dasar-Dasar Jurnalistik. Baca juga  Dasar-dasar Jurnalistik Online . Wasalam. (www.romeltea.com).*

Buku Referensi tentang Dasar-Dasar Jurnalistik: Jurnalistik Terapan (BATIC Press), Kamus Jurnalistik (Simbiosa), Jurnalistik Praktis (Rosdakarya).

Minggu, 26 September 2021

RPS

 1. RPS Studi Keislaman

2. RPS Mata Kuliah Pancasila

3. RPS Bahasa Indonesia

4. RPS Mata Kuliah Bahasa Arab 1

5. RPS Mata Kuliah Bahasa Inggris 1

6. RPS Mata Kuliah Kewirausahaan

7. RPS Mata Kuliah Filsafat Umum

8. RPS Mata Kuliah IADISDIBD

9. RPS Mata Kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi

10. RPS Islam dan Ilmu Pengetahuan

11. RPS Kewarganegaraan (Civic Society)

12. RPS Mata Kuliah Bahasa Arab Lanjutan

13. RPS Mata Kuliah Bahasa Inggris Lanjutan

14. RPS Mata Kuliah Metodologi Studi Islam

15. RPS Mata Kuliah Filsafat Ilmu

16. RPS Mata Kuliah Psikologi Umum

17. RPS Mata Kuliah Pengantar Ilmu Politik

18. RPS Mata Kuliah Psikologi Komunikasi

19. RPS Mata Kuliah Pengantar Sosiologi

20. RPS Mata Kuliah Azas-Azas Manajemen

21. RPS Mata Kuliah Ilmu Dakwah

22. RPS Antropologi Budaya

23. RPS Mata Kuliah Sosiologi

24. RPS Islam di Indonesia

25. RPS Mata Kuliah Psikologi Dakwah

26. RPS Mata Kuliah Sistem Politik Indonesia

27. RPS Mata Kuliah Sistem Ekonomi Indonesia

28. RPS Mata Kuliah Perkembangan Teknologi Komunikasi

29. RPS Sistem Hukum Indonesia

30. RPS Mata Kuliah Sistem Komunikasi Indonesia

31. RPS Mata Kuliah Teori Jurnalistik

32. RPS Sejarah Peradaban Islam

33. RPS Mata Kuliah Statistik Sosial

34. RPS Sejarah Dakwah

35. RPS Ilmu Mantiq

36. RPS Praktek Ibadah Kemasyarakatan

37. RPS Fiqh Siyasah

38. RPS Mata Kuliah Bisnis Media

39. RPS Mata Kuliah Etika dan Filsafat Komunikasi

40. RPS Mata Kuliah Perbandingan Sistem Pers

41. RPS Mata Kuliah Komunikasi Massa

42. RPS Mata Kuliah Komunikasi Antar Budaya

43. RPS Mata Kuliah Metodologi Penelitian

44. RPS Mata Kuliah Fiqh Dakwah

45. RPS Mata Kuliah Filsafat Dakwah

46. RPS Mata Kuliah Perbandingan Agama

47. RPS Mata Kuliah Manajemen Media Massa

48. RPS Mata Kuliah Komunikasi Politik

49. RPS Mata Kuliah Bahasa Jurnalistik

50. RPS Mata Kuliah Hukum dan Etika Pers

51. RPS Mata Kuliah Jurnalisme Pembangunan

52. RPS Mata Kuliah Teknik Wawancara dan Konferensi Pers

53. RPS Mata Kuliah Fotografi

54. RPS Mata Kuliah Praktek Pengenalan Lapangan

55. RPS Mata Kuliah Penulisan Feature

56. RPS Mata Kuliah Penulisan Berita

57. RPS Mata Kuliah Jurnalisme Televisi dan Film

58. RPS Mata Kuliah Jurnalisme Radio

59. RPS Mata Kuliah Jurnalisme Foto

60. RPS Mata Kuliah Penulisan Artikel dan Tajuk Rencana

61. RPS Mata Kuliah Jurnalisme Sastra

62. RPS Mata Kuliah Jurnalisme Investigasi

63. RPS Mata Kuliah Kapita Selekta Jurnalistik

64. RPS Mata Kuliah Praktek Profesi Mahasiswa (PPM)

65. RPS Mata Kuliah Kerja Nyata

66. RPS Mata Kuliah Public Speaking

67. RPS Mata Kuliah Opini Publik

68. RPS Mata Kuliah Komunikasi Grafis dan Visual

69. RPS Mata Kuliah Teknik Periklanan

70. RPS Mata Kuliah Produksi Film

71. RPS Mata Kuliah Kajian Media dan Gender

72. RPS Mata Kuliah Propaganda

73. RPS Mata Kuliah Reka Bentuk Surat Kabar

74. RPS Mata Kuliah New Media

75. RPS Mata Kuliah Analisis Wacana Media

76. RPS Mata Kuliah Skripsi