Senin, 30 September 2013

TIPS BEGADANG

Ingin begadang..??
Begadangnya untuk apa dulu..??? Bak kata penyanyi legendaris kita, Roma Irama, ‘Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang boleh saja, kalau ada perlunya’
Jadi, kalau tidak penting-penting amat, nggak usah begadang deh..
Bersyukurlah kamu yang bisa terlelaponion-emoticons-set-2-136, banyak diluar sana mereka yang tidak bisa tidur karena insomnia [apa tu insomnia? Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu]. Eitz,, jangan klaim dirimu insomnia,, bedakan antara insomnia dengan rayuan syetan (kapan-kapan saya poting tentang ini)
Ok, lanjut cerita….
Saya sering mengalami masalah seperti ini:
Saat lagi asyik-asyiknya buat tugas, e malah ketiduran. onion-emoticons-set-6-75Bangunnya kesiangan lagi, alamak ancoer [baca: hancur] deh besok harinya…
Baiklah,,.. bagi kamu-kamu yang ingin begadang untuk membuat tugas seperti sayaonion-emoticons-set-6-92. hehehe… ini ada beberapa tips dari eskampiun agar kamu tidak ketiduran saat ingin begadang:
  1. Banyak juga yang bilang, kalo TIDUR SIANGonion-emoticons-set-6-1, malamnya tidak mengantuk. Humh,, saya kurang setuju dengan tips ini, kalau saya mah,,.. mau tidur siang ataupun tidak, tetap saja ketiduran. Jika kamu juga begitu, mari kita lanjut ke cara 2
  2. Ketika mengantuk, segera BERWUDHU’.onion-emoticons-set-5-50selain bernilai ibadah, kantukmu juga berkurang. Tapi, berdasarkan pengalaman saya sih, ujung-ujungnya ngantuk juga. Tapi tenang, eskampiun masih punya cara yang ke 3
  3. Banyak yang bilang, KOPI itu penghilang kantuk. onion-emoticons-set-6-151Kalo cara yang ini, saya juga tidak tahu. Soalnya saya belum pernah mencoba minum kopi untuk begadang. Tapi katanya, manjur. Tapi ada juga yang bilang ‘ah, ujung-ujungnya ngantuk juga’. Jika kamu mengatakan hal yang sama atau kamu tidak suka kopi atau kamu tidak bisa minum kopi, mari kita lanjut ke cara 4
  4. Mendengarkan MUSIKonion-emoticons-set-3-82. Kalo cara yang ini gimana.??? manjur nggak??? Saya sering melakukan cara ini. Tapi pernah beberapa kali kecolongan. Tenang, eskampiun masih punya cara yang lain. Kita masuk ke cara 5
  5. Makan KERUPUK. Ha..?? onion-emoticons-set-5-26Apa..??? kerupuk,,, Iya, kerupuk… Kerupuk… Eh,, jangan salah…  Justru makanan yang ‘kriuk-kriuk’ini yang bikin kamu nggak ngantuk, cobain deh.. Dan akan semakin efektif, jika kamu makan kerupuknya sambil dengerin musik.
Tapi, jika kamu tidak punya kerupuk, kamu kembali ke cara4.
Tapi jangan cuma dengerin musik aja, sesekali kamu TEPU-TEPUK KAKI kamu
+ GOYANG-GOYANGkan badanonion-emoticons-set-6-29
+ mengIKUTI LIRIK lagunya onion-emoticons-set-2-150(kalo nggak tau liriknya,, sok2 tahu liriknya aja). tapi ingat, lagunya mesti yang semangat, jangan yang slow. Kalau menerut saya, cara ini manjur..
selamat mencoba,,, sampai jumpa di postingan berikutnyaonion-emoticons-set-3-59

Cara Membuat Makalah yang baik dan benar | Karya Ilmiah







I. PENDAHULUAN

Makalah merupakan salah satu bahagian dari karya ilmiah. Makalah lebih dikenal dikalangan pelajar, mahasiswa, guru dan dosen. Selain itu, makalah juga sering disajikan dalam berbagai seminar. Seperti yang diketahui bahwa secara umum makalah merupakan buah pemikirian yang terkait dengan tema tertentu.

Dalam menyajikan sebuah tema dan akan membahasnya, maka bentuk tulisan yang akan diberikan harus berbentuk makalah dan bukan hanya sekedar tulisan saja. Berbeda dengan artikel, makalah merupakan perpaduan pendapat yang menjadi landasan suatu sumber dengan pendapat dari penulis makalah tersebut dalam membahas sesuatu.

Tidak saja memberikan manfaat bagi pembaca dan penulis, namun makalah juga bisa dijadikan sebuah pedoman yang valid apabila struktur dan tata cara atau kaedah penulisan makalah dilakukan dengan benar. Dalam pembahasan kali ini, aneka ragam makalah mencoba untuk mengkaji dan membahas secara detail bagaimana cara membuat makalah dengan aturan-aturan yang berlaku dan sudah menjadi ketetapan.


II. PEMBAHASAN
Cara Membuat Makalah yang baik dan benar | Karya Ilmiah

A. Pengertian Makalah

Makalah adalah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup pengetahuan[2]. Dalam arti lain Makalah juga bermakna sebagai tulisan resmi tentang suatu pokok dengan tujuan untuk dibacakan di muka umum atau dalan suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan. Pada dasarnya makalah merupakan suatu proses pembuatan sebuah karya tulis berbentuk ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.


B. Validitasi Makalah

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa makalah dengan artikel hanya berbeda dari struktur susunannya, namun selain itu perbedaan yang pasti adalah jika artikel hanya berupa opini atau pendapat, sedangkan makalah berupa pendapat atau opini yang harus didukung dengan sumber ayng pasti dan jelas.

Dari keterangan di atas dapat dipastikan bahwa sebuah tulisan akan dikatakan makalah apabila memenuhi beberapa syarat utama yaitu:

1. Sumber (berupa Buku, atau keterangan orang yang ahli dibidangnya)
2. Daftar Pustaka
3. Catatan Kaki (Rujukan Langsung dari pendapat yang dikutip) bisa berupa footnote, bandnote dan lainnya.

Ketiga syarat di atas merupakan jantungnya makalah, artinya tidak ada gunanya anda membuat makalah walaupun sudah memenuhi struktur pembuatan makalah jika tidak mencantumkan sumber, catatan kaki, dan Daftar pustaka.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa makalah akan tervaliditasi apabila memiliki dua syarat saja yaitu sumber rujukan dan daftar pustaka. Hal ini dianggap valid walaupun tidak mencantumkan catatan kaki, namun keakuratan makalah dengan hanya dua syarat di atas masih kurang sempurna.


C. Karakteristik Makalah

Dengan mengetahui karakteristik atau ciri-ciri makalah akan mempermudah pembuatan makalah. Adapun karakteristik makalah yaitu:
  • Makalah ditandai dengan adanya suatu kajian literatur atau laporan pelaksanaan kegiatan lapangan.
  • Makalah ditandai dengan adanya Ruang lingkup makalah berkisar pada cakupan permasalahan dalam suatu mata kuliahatau tema.
  • Makalah ditandai dengan Memperlihatkan kemampuan penulis tentang permasalahan teoritis yang dikaji atau dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip atau teori yang berhubungan dengan perkuliahan.
  • Makalah ditandai dengan Memperlihatkan kemampuan penulis dalam memahami isi dari sumber-sumber yang digunakan.
  • Makalah ditandai dengan Menunjukkan kemampuan Penulis dalam merangkai berbagai sumber informasi sebagai satu kesatuan sintesis yang utuh.

D. Sistematika Makalah

Dalam kesempatan ini akan dijelaskan Secara garis besar pembuatan makalah. Adapun komponen dasar dalam membuat makalah yaitu:

a. Bab Pendahuluan

Pendahuluan adalah keterangan yang memuat persoalan atau latar belakang sebuah tema yang akan dibahas. Dalam pendahuluan biasanya meliputi :

1. latar belakang masalah
2. fokus dan rumusan masalah
3. prosedur pemecahan masalah
4. Manfaat
5. sistematika uraiannya

namun pada umumnya dalam pembuatan makalah, banyak mereka yang hanya membuat latar belakang masalahnya saja, atau hanya mencantumkan kata pendahuluan saja. Dan cara ini juga bisa diterima tanpa membuat fokus, rumusan, manfaat serta sistematikan dalam pembuatan makalah. Pada dasarnya pada bab pendahuluan ini hanya ditulis dengan lengkap pada pembuatan skripsi, tesis dan disertasi, sedangkan pada makalah hanya membuat pendahuluan atau latar belakang masalahnya saja.

b. Bab Pembahasan

1. Isi

Isi adalah bagian utama yang memuat tentang kemampuan penulis dalam mendemonstrasikan kemampuannya untuk menjawab persoalan atau masalah yang dibahasnya. Pada bagian isi boleh terdiri dari lebih satu bagian dan bisa menjadi sub bagian sesuai dengan permasalahan yang dikaji.

c. Bab Penutupan

Penutupan adalah bagian yang memuat pemaknaan dari penulis terhadap diskusi atau pembahasan masalah berdasarkan kriteria dan sumber-sumber literatur atau data lapangan. Adapun bahagian dari penutupan terdiri dari

1. Kesimpulan

Kesimpulan ini mengacu kepada hasil pembahasan permasalahan dan bukan merupakan ringkasan dari isi makalah.

2. Saran

Saran memuat tentang pendapat penulis mengenai sesuatu yang disarankan atau memuat opini penulis untuk kepentingan tema dari sebuah pembahasan dari makalah yang dibuat


E. Langkah-Langkah Dalam Membuat Makalah

1. Langkah awal Pembuatan Makalah

Dalam membuat makalah diperlukan ketelitian yang cermat, selain bentuk penulisan yang baku, bahasa dari penulisannya pun harus mudah untuk dipahami. Untuk membantu anda dalam membuat makalah, akan diberikan langkah-langkahnya. Adapun Langkah-Langkah dalam membuat makalah yaitu:

a) Sebelum mulai membuat makalah, maka terlebih dahulu perlu dilakukan analisa topik yang akan ditulis.

b) Buatlah kerangka pikir

c) kumpulkan bahan-bahan materi. Bahan materi makalah yang akan dibuat bisa dirujuk dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, media internet dan lainnya.

d) Dalam pembuatan makalah perlu memperhatikan:

    - Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar
    - Penyusunan kalimat agar lebih mudah dipahami
    - Singkat, padat, dan jelas dalam uraian
    - Rangkaian uraian yang berkaitan

2. Struktur Penulisan Makalah

a). Lembar Judul atau Jilid

    - Judul makalah
    - Nama dan Nim
    - Nama dan Tempat Perguruan Tinggi
    - Tahun

b). Lembar Pengesahan
c). Kata Pengantar
d). Daftar Isi
e). Daftar Gambar
f). Daftar Tabel
g). Tubuh Makalah


3. Komponen Pembuatan makalah

1. Pendahuluan : Terbagi menjadi 3 Sub Bab

o Latar belakang
o Ruang lingkup
o Maksud dan tujuan penulisan

2. Pembahasan

c. Penutup
o Kesimpulan
o Saran

d. Daftar Pustaka

e. Lampiran

Format Ukuran Kertas dan Sampul Pembuatan Makalah

1. Kertas : A4 80 gram
2. Sampul : Kertas Buffalo warna Kuning
3. Font : Arial
4. Size : 12
5. Spasi : 1,5
6. Margin

· Atas : 4 cm
· Kiri : 4 cm
· Bawah : 3 cm
· Kanan : 3 cm


f. Makalah ditulis minimal 10 halaman belum termasuk halaman Judul, Lampiran, dan Daftar Pustaka.

g. Nomor Halaman

· Letak di kanan atas
· Angka i,ii,iii,dst. Mulai dari kata pengantar sampai dengan sebelum Bab Pendahuluan.
· Angka 1,2,dst. Mulai dari Pendahuluan sampai dengan akhir.


Daftar Pustaka
  • Haryanto A.G dkk, Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah (Jakarta: EGC, 1999)
  • Abdul razak sikumbang, Penulisan Karangan Ilmiah (Padang: FKSS IKIP Padang, 1981)
  • Wissenschaftsjournalismus, Winfried Göpfert, 2001
  • Journalistisches Texten, Jürg Häusermann 2001.
  • Syafaruddin dan Asrul, Pedoman Penulisan Skripsi (Medan Badan Penerbit Fakultas Tarbiyah IAIN-SU, 2008)

PROSES POLA PIKIR MANUSIA GALAKSI SENTRIS DAN ASENTRIS



MAKALAH POLA PIKIR MANUSIA GALAKSI SENTRIS DAN ASENTRIS

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang  Masalah
Ilmu alamia Dasar (IAD) sering disebut ilmu pengetahuan Alam (IPA) dan akhir-akhir ini ada juga yang menyebut ilmu kealaman yang dalam bahasa inggris disebut Natural Science atau disingkat sclences dan dalam bahasaindonesia sudah lazim digunakan istilah Sains.
IAD merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala alam semesta, termasuk bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan perinsip. Ilmu Alamia Dasar (IAD) yang disebut juga dengan (Basic Natural Science) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah ada, maka rumusan permasalahatan yang terkait dengan Perkembangan Pola Pikir Manusia diantaranya :
1.      Perkembangan Pola Pikir Manusia
2.      Galaksi Sentris
3.      Terbentuknya Galaksi
4.      Galaksi
5.      Ciri-ciri Galaksi
6.      Bima Sakti
7.      Asentris

C.    Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui tentang apa itu pola piker manusia, hakekat dan dimensi galaksi sentries dan asentris. Serta ingin memperluas Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar.

D.    Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini diantaranya :
1.      Memperluas cakrawala berfikir kita mengenai galaksi.
2.      Sebagai media informasi dalam dunia pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pola Pikir Manusia
Manuasia sebagai mahluk yang berfikir dibekali rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu inilah yang mendorong untuk memahami dan menjelaskan gejala-gejala alam serta berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
Pengetahuan yang diperoleh yang semula terbatas dari hasil pengamatan gejala alam yang ada, kemudian semakin bertambah dengan getahuan dari hasil pemikirannya. Kemudian manusia melalui hasil penelitiannya mampu melakukan eksperimen untuk membuktikan dan mencari kebenaran dari suau pengetahuan. Setelah manusia mampu memadukan kemampuan penalaran dengan eksperimentasinya maka lahirlah ilmu pengetahuan yang baru dan mantap.
Manusia sebagai mahluk berpikir dibekali hasrat ingin tahu tentang benda dan pristiwa yang terjadi disekitarnya termasuk juga ingin tahu tentang dirinya sendirinya. Rasa ingin tahu inilah mendorong manusia memahami dan menjelaskan gejala-gejala alam, baik alam besar (Makrokosmos) maupun alam kecil (Mikrokosmos), serta derusaha memecahkan masalah yang dihadapi, dan ini menyebabkan manusia dapat mengumpulkan pengetahuan yang banyak yang disebabkan oleh rasa ingin tahunya dan pola pikirnya. Pengetahuan yang diperoleh ini tidak hanya tersbatas pada objek yang diamati oleh pancaindera saja, tetapi juga masalah-masalah lain, misalnya yang berhubungan dengan baik atau buruk, indah atau tidak indah dengan dapat dipecahkan masalah yang satu maka akan timbullah masalah lain yang menuggu pemecahan dari pola pikir tersebut.
Berlangsunya perkembangan pengetahuan tersebut dipermudah atau diperlancar dengan adanya kemampuan ini maka dapat dilakukan tukar menukar informasi mengenai pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki masing-masing. Perkembangan pengetahuan manusia juga didukung oleh adanya sifat manusia yang ingin maju, sifat manusia yang selalu tidak puas dan sifat yang lebih baik. Mereka selalu berusaha mengerti atau memperoleh pengetahuan yang lebih banyak. Dengan demikian, akumulasi pengetahuan akan berlangsung lebih cepat.
Sejalan dengan perkembangan pengetahuan tersebut, rasa keindahan manusia juga berkembang, maka pengetahuan yang telah dimiliki bukan hanya diterapkan dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dalam hidupnya yang meliputi kebutuhan praktis saja tetapi juga menyangkut hal-hal yang bertalian dengan keindahan. Maka dengan pola pikirnya manusia dapat di bedakan dengan hewan.

B.     Galaksi Sentris
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan  tentang fenomina ilmiah. pada akhirnya diketahui bahwa matahri hanya merupakan salah satu dari beribu-ribu bintang yang beredar mengelilingi pusatnya. Pusat bintang-bintang itu berupa kabut pijar yang sangat besar dikelilingi oleh kelompok bintang yang dan lainnya sangat dekat (cluster) dan juga dikelilingi oleh kumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil dari pusatnya (neoble) dan observatorium asrtronomi di Los Angeles County, California, Amerika Serikat. The MWO terletak di Gunung Wilson, yang 5.715 kaki (1.742 m) di puncak Pegegunungan San Gabriel dekat Pasadena, timur laut dari Los Angeles observatorium asrtronomi di Los Angeles County, California, Amerika Serikat. The MWO terletak di Gunung Wilson, yang 5.715 kaki (1.742 m) di puncak Pegegunungan San Gabriel dekat Pasadena, timur laut dari Los Angelesobservatorium asrtronomi di Los Angeles County, California, Amerika Serikat. The MWO terletak di Gunung Wilson, yang 5.715 kaki (1.742 m) di puncak Pegegunungan San Gabriel dekat Pasadena, timur laut dari Los Angelestebaran ribuan bintang. Semua bintang-bintang termasuk matahari disebbut galaksi.Hal ilmiyah yang mendasari muncullah paham galaksi sentris.[1]
Galaksi adalah calon bintang atau kelompok bintang yang jumlahnya ribuan, jutaan yang terdapat di alam semesta.Sehubungan dengan galaksi terdapat suatu hipotesis.[2]tentang dari mana asal galaksi tersebut. Hipoteasis tersebut diajukan oleh Fowler(1957). Menurut Fowler, 12 ribu juta tahun yang lalu galaksi kita ini tidaklah seperti dalam keadaan ini. Ia masih berupa kabut gas hidrogen yang sangat besar sekali yang berada diluar angkasa. Ia bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk bulat. Karena gaya beratnya maka ia mengadakan kontraksi. Massa bagian luar banyak yang tertinggal, pada bagian yang berkisar lambat dan mempunyai berat jenis yang besar terbentuklah bintang bintang.Gumpalan kabut yang menjadi bintang itupun secara perlahan mengadakan kontraksi.Energi potensialnya mereka keluarkan dalam bentuk sinar dan panas radiasi dan bintang-bintang itupun makin turun temperaturnya. Setelah beribu puluh juta tahun ia mempunyai bentuknya yang boleh dikatakan tetap sepertihalnya matahari. Hipotesis itu diyakinkan oleh suatu observasi yang ditujukan kepada pusat galaksi dimana selalu dilahirkan bintang baru baik secara perlahan maupun secara eksplosif.

C.    Terbentuknya Galaksi
Sejak lama manusia telah berusaha memahami alam semesta ini. Pada zaman kejayaan Yunani orang percaya bahwa bumi merupakan pusat dari alam semesta ini (geosentrisme). Namun, pandangan itu berubah sejak abad pertengahan, yang dipelopori oleh Copernicus, menjadi heliosentrik, yaitu mataharilah yang menjadi pusat beredarnya bumi bersama planet-planet lain. Saat itu dianggap sebagai awal dari perkembangan ilmu pengetahuan alam. Pengamatan selanjutnya mengungkapkan bahwa matahari  merupakan salah satu dari beribu-ribu bintang yang beredar mengikuti pusatnya. Pusat bintang-bintang itu berupa kabut gas pijar yang lebih kecil dari pusatnya (nebule) dan tebaran ribuan bintang. Kesemuanya itu termasuk matahari disebut galaksi. Ternyata galaksi itu tidak hanya satu, tetapi beribu-ribu jumlahnya. Galaksi tempat matahari berinduk diberi nama Milky Way atau bima sakti. Apakah semua galaksi itu berpusat dari suatu induk galaksi? Beberapa teori mengungkapkan sebagai berikut:
  1. Teori Ledakan.
Teori ledakan ini bertolak dari asumsi adanya suatu masa sangat besar dan mempunyai berat jenis yang sangat besar, meledak dengan hebat karena adanya reaksi inti. Masa itu kemudian berserakan  dan mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan. Setelah berjuta-juta tahun, masa yang berserakan itu berbentuk kelompok dengan berat jenis yang relatif lebih kecil, yang disebut galaksi yang sekarang. Mereka terus bergerak menjauhi titik pusat yang sama.
  1. Teori Ekspansi dan kontraksi.
Teori ini berlandaskan pemikiran bahwa ada suatu siklus dari alam semesta, yaitu masa ekspansi dan masa kontraksi. Diduga bahwa siklus ini berlangsung dalam waktu 30.000 juta tahun.
Dalam masa ekspansi, terbentuklah galaksi serta bintang-bintang yang bersumber dari reaksi inti hydrogen yang pada akhirnya membentuk berbagai unsur lain yang kompleks. Pada masa kontraksi, galaksi dan bintang-buntang yang terbentuk menyusut mengeluarkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi.
Kedua teori ini(teori ledakan maupun teori ekspansi-kontraksi) mendukung suatu kebenaran bahwa partikel yang ada pada zaman dahulu. Berdasarkan teori ekspansi dan kontraksi, senenarnya alam semesta ini tidak berawaldan tidak berakhir (asentris).
  1. Teori Terbentuknya Galaksi
Hipotesis Fowler (1957)
Menurut Flower, dua belas ribu juta tahun yang lalu galaksi kita tidaklah seperti sekarang ini. Bentuknya berupa kabut gas hydrogen yang sangat besar yang berada di ruang angkasa. Ia bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga keseluruhan berbentuk bulat. Karena gaya beratnya, ia mengadakan kontraksi. Massa bagian luar banyak yang tertinggal. Pada bagian yang berkisar lambat dan mempunyai berat jenis yang besar terbentuklah bintang-bintang. Gumpalan kabut yang telah menjadi kabut itu pun secara  perlahan mengadakan kontraksi. Energi potensialnya mereka keluarkan dalam bentuk sinar dan poanas radiasi dan bintang-bintang itu pun semakin turun temperaturnya setelah berpuluh-puluh ribu tahun, ia mempunyai bentuk yang boleh dikatakan tetap, seperti halnya matahari hipotesis itu diyakinkan oleh suatu observasi yang ditujukan pada pusat galaksi, tempat dilahirkannya bintang baru, baik secara perlahan-lahan maupun secara eksplosif.

D.    Galaksi
Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang(dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antarbintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap. Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias, yang berarti "susu," yang merujuk pada galaksi Bima Sakti (bahasa Inggris:Milky Way). Tipe-tipe galaksi berkisar dari galaksi kerdil dengan sepuluh juta bintang hingga galaksi raksasa dengan satu triliun  bintang, semuanya mengorbit pada pusat galaksi. Matahari adalah salah satu bintang di galaksi Bima Saktitata surya termasuk bumi dan semua benda yang mengorbit Matahari.
Kemungkinan terdapat lebih dari 100 miliar galaksi pada alam semesta teramati. Sebagian besar galaksi berdiameter 1000 hingga 100.000 parsec dan biasanya dipisahkan oleh jarak yang dihitung dalam jutaan parsec (atau megaparsec). Ruang antar galaksi terisi dengan gas yang memiliki kerapatan massa kurang dari satu atom per meter kubik. Sebagian besar galaksi diorganisasikan ke dalam sebuah himpunan yang disebut klaster, untuk kemudian membentuk himpunan yang lebih besar yang disebut superklaster. Struktur yang lebih besar ini dikelilingi oleh ruang hampa di dalam alam semesta.
Meskipun belum dipahami secara menyeluruh, materi gelap terlihat menyusun sekitar 90% dari massa sebagian besar galaksi. Data pengamatan menunjukkan lubang hitam supermasif kemungkinan ada pada pusat dari banyak (kalau tidak semua) galaksi.
Berdasarkan apa yang tampak dari hasil pengamatan, dapat kita bedakan adanya tiga macam galaksi, yaitu:

A Galaksi Spiral
Galaksi spiral adalah galaksi yang berbentuk seperti spiral dengan tangannya seperti belalai yang keluar dari gas . Bagian utama galaksi spiral adalah halo, bidang galaksi (lengan spiral), dan bulge (bagian pusat galaksi yang menonjol). Lengan lengan galaksi berspiral berisi, bintang tua, bintang muda, gas dan debu yang berputar mengelilingi bumi. Bintang-bintang tua terdapat pada gugus-gugus bola yangtersebar menyelimuti galaksi. Gugus bola adalah kumpulan bintang-bintang yang berjumlah puluhansampai ratusan ribu bintang yang lahir bersama-sama, mengumpul berbentuk bola. Gugus-gugus bola inilah yang membentuk halo bersama sama dengan bintang-bintang yang tidak terdapat di bidang galaksi. Bintang bintang muda terdapat di lengan spiral galaksi yang berada di bidang galaksi. Bintang-bintang muda ini masih banyak diselimuti materi antar bintang, yaitu bahan yang membentuk bintang itu. Bulge pada galaksi spiral adalah bagian yang paling padat. Pada Bima Sakti, pusat galaksi terletak diarah Rasi Sagittarius, tetapi kita tidak dapat mengamatinya dengan mudah, karena materi antar bintangbanyak menyerap cahaya yang berasal dari pusat galaksi itu. Galaksi spiral berotasi dengan kecepatanyang jauh lebih besar dari galaksi elips. Kecepatan rotasinya yang besar itulah yang menyebabkan galaksiini memipih dan membentuk bidang galaksi. Besar kecilnya kecepatan rotasi pada galaksi spiral inibergantung pada massa galaksi tersebut. Kecepatan rotasi tiap bagian galaksi spiral sendiri tidaklahsama. Semakin ke arahpusat galaksi, kecepatan rotasinya semakin besar dan tampak seperti pusaran apiraksasa dan mempunyai bentuk yang teratur.Galaksi spiral dibagi menjadi 2 :-
 Galaksi spiral normal, memiliki lengkungan spiral yang keluar dari inti yang terang.-
 Galaksi spiral berpalang memiliki lengkungan spiral terluar dari tepi - tepi paling ujung darisebuah palang pada intinya.Ciri-ciri galaksi spiral : Mempunyai inti (pusat) yang berbentuk roda atau batang. Mempunyai selubung bulat yang membungkus pusat yang terdiri dari bintang dan gugus bintang. Mempunyai lengan spiral yang mengelilingi pusat di daerah Katulistiwa.Ciri-ciri Galaksi Spiral: Mempunyai inti (pusat) yang berbentuk roda atau batang. Mempunyai selubung bulat yang membungkus pusat yang terdiri dari bintang dan gugus bintang. Mempunyai lengan spiral yang mengelilingi pusat di daerah Katulistiwa.

B Galaksi Berbentuk Elips
Jenis galaksi Elip adalah jenis galaksi yang diperkirakan mempunyai bentuk ellipsoidal dan terlihat lembut karena terang nya cahaya antar bintang, hampir keseluruhan bentuk fisik nya rata dan terang. Morfologi dari galaksi eliptikal ternyata sangat bermacam-macam mulai dari yang berbentuk hampir bulat seperti eplisoidal hingga hampir berbentuk datar. Dengan beraneka macam nya bentuk yang ada, hal ini ternyata sangat mempengaruhi jumlah dari banyak nya bintang yang ada didalam sebuah galaksi. Mulai dari ratusan juta bintang hingga lebih dari satu trilyun bintang. Klasifikasi morfologi eliptikal ini telah diklasifikasikan oleh Edwin Hubble dalam skema klasifikasi Hubble. Contoh dari jenis Eliptikal galaksi adalah M32, M49 dan M59.[3]


C Galaksi Berbentuk Tak Beraturan
Jenis galaksi tak beraturan yang dimaksud adalah jenis galaksi yang bentuk nya bukan eliptikal maupun spiral. Pada jenis galaksi ini bentuk dari galaksi sangat bermacam-macam ada yang disebut “Dwarf” Galaksi atau galaksi cebol yang dikarenakan besar galaksi ini lebih kecil dari galaksi pada umumnya, Ring Galaksi yaitu galaksi yang bentuk nya seperti cincin yang mana ditengahnya ada pusat dari galaksi dan Lentikular galaksi dimana Bentuk dari galaksi ini merupakan perpaduan antara jenis Eliptikal dan Spiral. Contoh dari jenis Dwarf Galaksi adalah M110, Ring Galaksi adalah Objek Hoag dan Lentikular galaksi adalah NGC 5866.HG

E.     Ciri-ciri Galaksi
Antaralain cirinya sebagai berikut:
         Galaksi mempunyai cahaya sendiri bukan cahaya pantulan
         Galaksi-galaksi lainnya dapat terlihat berada diluar galaksi bimasakti
         Jarak antara galaksi yang satu dengan yang lainnya jutaan tahun cahaya
         Galaksi mempunyai bentuk-bentuk tertentu
Menurutpara ahli astronomi, ruang antara galaksi yang satu dengan galaksi yang lainnya tidak kosong tetapi mengandung materi yang disebut zat inter galaksi. Zat inter galaksi ini seperti zat interstellair yang terdiri dari proton,elektron, ion linnya yang bergerak simpang siur dalam jagat raya ini.[4]
Ada beberapa macam galaksi yang sudah diketahui oleh manusia, antara lain :
         Galaksi bima sakti. Galaksi bima sakti merupkan galaksi dimana bumi berada. Galaksi ini memiliki bentuk spiral dengan diameter kira-kira 100000 tahun cahaya.
         Galaksi magellan. Galaksi magelan merupakan galaksi yang paling dekat dengan galaksi bima sakti. Jaraknya kurang lebih 150000 tahun cahaya dan berada dibelahan langit selatan.
         Galaksi ursa mayor. Galaksi ini berjarak 10000000 tahun cahaya dari galaksi bimasakti. Bentuk galaksi ini adalah elips dan rapat.
         Galaksi jauh. Galaksi-galaksi yang terletak lebih dari 10000000 tahun cahaya dari galaksi bimasakti termasuk galaksi jauh. Contohnya: galaksi silvery, triangulum, dan whirlpool.
Surya Galaksi sentris dimulai tahun 1920 yang ditandai dengan pembangunan teleskop raksasa di Amerika Serikat sehingga dapat memberikan informasi yang lebih banyakmengenai galaksi. Di California terdapat dua buah observatoria:
         Mount Wilson dengan pemantulan1,5 meter
The Mount Wilson Observatory (MWO) adalah observatorium asrtronomi di Los Angeles County, California, Amerika Serikat. The MWO terletak di Gunung Wilson, yang 5.715 kaki (1.742 m) di puncak Pegegunungan San Gabriel dekat Pasadena, timur laut dari Los Angeles. Observatorium berisi dua teleskop historis penting: 60 inci (1,5 m) Hale teleskop yang dibangun pada tahun 1908, dan 100 inci (2,5 m) Hooker teleskop, yang merupakan teleskop terbesar di dunia dari selesai pada tahun 1917 sampai tahun 1948.Gunung Wilson merupakan evolusi observatorium modern, dan salah satu tempat paling penting di sejarah ilmiah . George Ellery Hale 60-inci, yang tidak lagi digunakan untuk penelitian, ini akan digunakan untuk studi klasifikasi spektral bintang, yang merupakan dasar dari astronomi modern. 60-inci Teleskop Hale merupakan yang terbesar di dunia 100 tahun yang lalu, tetapi dalam waktu 10 tahun, digantikan oleh lingkup 100-inci berikutnya. Edwin Hubble menemukan bahwa noda-noda dari nebula, bahwa alam semesta berkembang, dan bahwa kecepatan sepadan dengan perluasan Big Bang atau penciptaan. Observatorium Mount Wilson menjadi observatory primer selama 40 tahun.
         Mount Palomar dengan pemantulan 2,5 meter
Teleskop Palomar 200-inci membantu merevolusi astronomi modern – dan baking modern.Para pembuat cermin menghabiskan hampir $ 1 juta – dolar pada tahun 1934 – dan masih tidak dapat membuat cermin kuarsa cukup besar. George Ellery Hale, yang memimpin Palomar sebagai ciptaan-nya Mt. Wilson meminta cermin 200-inci terbuat dari campuran baru yang disebut kaca Pyrex. Perubahan suhu membuat Pyrex memperluas dan kontrak lebih kecil dari kaca biasa, kaca Pyrex, jadi kurang rentan terhadap masalah distorsi

F.     Bima Sakti
Induk dari matahari adalah galaksi bima sakti atau milky way. Bima sakti berbentuk seperti spiral. Tetangga terdekat dari bima sakti adalah galaksi. Andromeda yang juga berbentuk spiral dan jauhnya 780.000 tahun cahaya (cahaya bergerak dengan kecepatan300.000 km/detik. Jadi, 1 tahun cahaya berjarak:300.000 x 365 ¼ x 24 x 60 x 60 km= 1013 km
Bima sakti berbentuk bulat pipih seperti kue cucur. Model dari bima sakti tampak pada gambar berikut:
Letak matahari dan bumi kira-kira sejauh 2/3 dari pusat galaksi sampai batas tepian luarnya. Bulatan-bulatan yang terletak dibawah dan di atas pusat galaksi adalah kumpulan bintang (globular). Dalam satu galaksi ada yang mencapai 1000 kumpulan bintang seperti itu. Galaksi mengadakan rotasi engan arah yang berlawanan eengan jarum jam.
Bima sakti memiliki tidak kurang dari 100 ribu juta bintang. Selain itu, masuh terdapat gumpalan kabut gas maupun semacam galaksi kecil yang banyak jumlahnya.

G.    Asentris
Terdapat beberapa eksperimen yang menemukan bahwa terdapat banyak galaksi yang masing-masing berinduk pada suatu induk galaksi dimana masimg-masing induk galaksi memiliki sistemnya sendiri dan tidak tergantung pada suatu induk galaksi lainnya.Pemahaman demikian, pada giliranya mewujudkan paham asentris.Yang menegaskan bahwa tidak terdapat pusat inti dalam alam semesta ini.
Asentris (a=tidak) merupakan anggapan bahwa tadak perlu lagi adanya pusat-pusatan dalam alam semesta ini. Semuanya beredar dalam konstelasi ilmiah. Dengan paham ini manusia semakin kecil jika dihadapkan pada alam semesta yang tidak terbatas ukurannya sehingga secara agama semuanya dikembalikan pada Tuhan sebagai Sang Pencipta alam. Paham asentris juga muncul berdasarkan teori ekspansi dan kontraksi.Teori ini berlandaskan pemikiran bahwa ada suatu siklus dari alam semesta, yaitu masa ekspansi dan masa kontraksi. Diduga bahwa siklus ini berlangsung dalam waktu 30.000 juta tahun.Dalam masa ekspansi, terbentuklah galaksi serta bintang-bintang yang bersumber dari reaksi inti hydrogen yang pada akhirnya membentuk berbagai unsur lain yang kompleks. Pada masa kontraksi, galaksi dan bintang-bintang yang terbentuk menyusut mengeluarkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi.Berdasarkan teori ekspansi dan kontraksi, senenarnya alam semesta ini tidak berawaldan tidak berakhir (asentris).[5]


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan ulasan diatas, dapat disimpulan bahwa perkembangan pengetahuan dan pola piker manusia besrsifat progresif yaitu berjalan dari yang sederhana menuju pada kondisi yang lebih kompleks dan sophishicated. Dari sisi lain, sangatlah jelas bahwa ilmu pengetahuan manusia diproses melalui nasionalisasi dan empirisasi.Perpaduan itu dapat disebut dengan pendekatan ilmiah.
          Penelitian ilmiah di laksanakan secara sistematis(rasionalisasi) dan terdeteksi berdasarkan data-data empiris, Sehingga menghasilkan suatu teori.
          Suatu teori selalu dapat di uji dalam hal validitasi.Artinya bilamana di adakan penelitian ulang yang di lakukan oleh siapapun dengan langkah yang serupa atau pada kondisi yang sama akan diperoleh hasil yang konsisten.
Tahap-tahap pola pikir manusia:
    Antroposentris
Anggapan bahwa manusia yang menjadi pusat segalanya.
    Geosentris
Anggapan bahwa bumi pusat alam semesta.
    Heliosentris
Anggapan bahwa matahari pusat alam semesta.
    Galaksisentris
Anggapan bahwa galaksilah pusat dari tata surya.
    Asentris
Tidak ada yang menjagi pusat,semua beredar dalam kontelasi alamiah
B.     Saran
Makalah ini ditulis dengan latar belakang dan tujuan seperti dipaparkan pada bagian depan makalah ini. Dari penulis mengajak:
·         Mengkaji lebih luas dan lebih dalam dari sudut pandang yang lain terhadap pola pikir khususnya pola pikir galaktosentris dan asentris.
·         Mengambil manfaat dan nilai-nilai perkembangan pola pikir manusia, sehingga kita dapat bertindak arif dalam menjalani kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA

Susanto, Edi,” buku ajar ilmu alamiah dasar”,pamekasan stain press,2006
Yasin, Maskoeri, “ilmu alamiah dasar”, rajawali pers, jakarta, 1997
Mawardi, Hayati, Noer,” IAD,IBD,ISD”, pustaka setia, bandung
Haryanto, Rusdy, “ilmu alamiah dasar”, raben perdana malang
Fahrul Rizal, dkk., “Antroposentris, Geosentris, Heliosentris, Galaktosentris, Asentris”, Hijri Pustaka Utama, Jakarta, 2006
uli, Marah, Mulyadi, h. Asep, “ geografi untuk sma dan ma kelas x,esis”
Wardiyanto K. , “ geografi untuk sma kelas x”, erlamgga, jakarta


[1] Rudi Haryanto, Ilmu Alamiah Dasar, keben perdana, malang
[2]Hipotesis bermakna dugaan. Karena dugaan perlu dibuktikan kebenarannya, sehingga dari hasil pembuktian itu dapat di tentukan suatu hipa tensis apakah akan diterima apakah tidak.
[3] Didalam buku “astro fisika, mengenal bintang” (102:1984) Winardi Sutantyo

[4] K. wardiatmoko,geografi untuk kelas x, erlangga
[5]Mawardi. Nurhayati, iad.isd.ibd,cv pustaka setia bandung